Header Ads

Dukung Industri 4.0 (Robopark Indonesia), Resmikan Future Digital Economy Lab di ITB


Robopark Indonesia - www.informasi-teknologi.com

Robopark Indonesia Kementerian Perindustrian terus mendorong inovasi sebagai elemen urgen dari Revolusi Industri 4.0. Upaya itu adalahimplementasi Peta Jalan Making Indonesia 4.0, sampai-sampai Indonesia siap menapaki industri digital baik dari sisi infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

"Salah satu prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0 ialah peningkatan alokasi perkiraan untuk kegiatan research and development (R&D) teknologi dan inovasi. Ini ialah lompatan besar dan banting tulang yangbutuh didukung segenap pemangku kepentingan," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto ketika meresmikan Future Digital Lab di Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (18/3).

Lab pengembangan ekonomi digital IoT Innovation & Future Digital Economy Lab itu diprakarsai Indosat Ooredoo Business. Future Digital Economy Labdiinginkan mampu menghasilkan gagasan inovasi, referensi desain produk dan penyelesaian guna membalas kasus-kasus IoT yang bisa dikembangkan dalam skala industri untuk pelbagai kebutuhan baik tersebut pengembangan produk, layanan, manufaktur, marketing, dan lain-lain.

"Dahulu di era globalisasi yang menjadi kunci ialah bahasa Inggris, kini di era digitalisasi kuncinya ialah koding dan statistik data. Kalau menerapkan tersebut apapun jurusan sekolahnya, maka anda akan siap di era digital," ucapnya.

Ini adalahFuture Digital Economy Lab yang kesatu didirikan dalam program yang diprakarsai Indosat Ooredo. Selanjutnya, Indosat Ooredoo pun akanberkolaborasi dengan institusi edukasi lainnya laksana Universitas Bina Nusantara, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, UNIKA Atma Jaya, Universitas Trilogi, dan STIE Perbanas.

Selanjutnya, President University, Universitas Prasetiya Mulya, Institut Teknologi Sepuluh November, serta Universitas Udayana. Sinergi ini untukmeluangkan sarana pembelajaran dan pengembangan talenta digital berbasis awareness dengan teknik learning by doing.

"Kami harap, dengan Future Digital Lab ini, ITB menjadi powerhouse dalam kebangkitan digital ekonomi Indonesia dan menjangkau target masuk 10 besar ekonomi dunia di tahun 2030," ungkapnya.

Menperin mengatakan, paling tidak telah ada tiga laboratorium IoT yang diresmikan dan dikunjungi dalam setahun terakhir. "Ini ialah langkah emas untuk Indonesia guna menguasai inovasi dan teknologi," ungkapnya.

Airlangga menyampaikan, industri 4.0 paling erat kaitannya dengan penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi laksana Internet of Things, Big Data, Cloud Computing, Artificial Intellegence, Mobility, Virtual dan Augmented Reality, sistem sensor dan otomasi, serta Virtual Branding. Sehingga, urusan itu akan jadi kendala besar untuk Indonesia guna menyesuaikan diri dengan dinamika Industri 4.0. 

Industri 4.0 ditandai dengan bertambahnya konektivitas, interaksi dan semakin konvergensinya batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya melewati teknologi informasi dan komunikasi.

Revolusi itu adalahsebuah lompatan besar di sektor industri dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sepenuhnya tidak melulu dalam proses produksi, tetapi pun di semua rantai nilai guna menjangkau efisiensi yang setinggi-tingginya untuk mencetuskan model bisnis yang baru dan berbasis digital.

"Untuk melangkah ke sana, sektor industri nasional perlu tidak sedikit pembenahan khususnya dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci utama penentu daya saing di era Industri 4.0 dan pastinya konektivitas menjadi backbone digital infrastruktur laksana Palapa Ring yang telahmenyerahkan penguatan konektivitas digital terutama jaringan 4G," tutur Airlangga.

Making Indonesia 4.0 mendorong Indonesia untuk menjangkau 10 besar ekonomi di tahun 2030, membalikkan net export ke kisaran 10 persen,menambah produktivitas kerja dua kali lipat, dan alokasi 2 persen dari PDB untuk kegiatan R&D teknologi dan inovasi. Upaya ini berkesempatan meningkatkan 1-2 persen perkembangan ekonomi dan penyerapan ekstra lebih dari 10 juta tenaga kerja serta penambahan kontribusi industri manufaktur pada perekonomian.

"Di era Industri 4.0, Indonesia memerlukan 17 juta tenaga kerja melek digital, dengan komposisi 30 persen di industri manufaktur dan 70 persen di industri penunjang yang nantinya bakal mendorong ekstra ekonomi sebesar USD 150 miliar."

"Disini juga Robopark Indonesia ikut beperan dalam dunia Industri 4.0, dan juga Robopark Indonesia juga pastinya membantu memajukan bangsa dan Negara Indonesia ini".

No comments

Powered by Blogger.