Header Ads

UMKM Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 (Robopark Indonesia)

.
Robopark Indonesia - www.informasi-teknologi.com

Robopark Indonesia - Pemerintah Kota Jogja terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menambah kualitasnya dalam menghadapi Revousi Industri 4.0.

Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Jogja Tyas Ning Handayani Santi mengungkapkan untuk menambah kualitas itu, pembinaan berkelanjutan dilakukan. Pemkot Jogja pun mengajak seluruh pihak berhubungan ikut mengembangkan kapasitas UMKM yang terdapat di Jogja. "Jumlah UMKM di Jogja paling dinamis, dari data terakhir kami adaselama 23.000. Paling tidak sedikit bergerak di bidang kuliner dan kerajinan," ungkap dia.

Para UMKM ini didorong guna terus menambah kualitas supaya semakindapat menarik minat wisatawan yang berangjangsana ke Jogja. Menurutnya, Jogja paling kondusif dalam unik minat masyarakat lokal guna menjadi pelaku usaha. Di samping itu, situasi kondusif tersebut juga unik masyarakat luar Jogja untuk mengerjakan investasi.

"Ini kesempatan sekaligus kendala untuk pemerintah dan pelaku usaha industri kreatif guna tidak kehilangan momentum. Pasalnya peluangtersebut sangat potensial guna dikembangkan," kata dia.

Tentu saja, supaya produk dapat diterima oleh pasar mesti mempunyai kualitas yang bagus. Tak menutup bisa jadi UMKM Jogja bisa menghasilkan produk ruang belajar dunia. Karena itu, pihaknya paling mengapresiasiandai ada pihak swasta yang mempunyai kepedulian guna memajukan UKM di Jogja.

Ia juga mengapresiasi upaya PT HM Sampoerna yang mempunyai program guna mewadahi UKM dan menyerahkan pendampingan. Bahkan UKM ini mendapatkanpeluang untuk memamerkan hasil proses kreatifnya dalam Pameran UMKM guna Negeri yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta, Jogja pada 16-17 Maret 2019.

"Kami sambut baik sebab UMKM semakin maju. Tampilannya semakin bagus danbertolak belakang dengan awalnya. Bahkan, terdapat anak-anak muda yang terlibat. Harapannya semakin tidak sedikit perusahaan beda yang mempunyai perhatian guna memajukan UMKM," kata dia.

CSR PERUSAHAAN

Manager Corporate Communications PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) Nazrya Octora mengungkapkan melewati payung program tanggung jawab sosial perusahaan Sampoerna Bagi Indonesia berkolaborasi dengan Business & Export Development Organization (BEDO) menyerahkan pembekalan pengembangan usaha. Pembekalan ini diserahkan melalui program Sustaining Competitive & Responsible Enterprises (Score) untuk lebih dari 100 empunya Usaha Kecil Menengah (UKM) yang adalahpenerima guna (beneficiaries) di Jogja, DIY; Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Tengah.

"Program ini merupakan pertolongan teknis global yang dikembangkan International Labor Organization [ILO] dalam rangka pengembangan UKM dan sekaligus adalahupaya dalam membuat lapangan kerja. Diawali dengan Score, kerangka program pembekalan pengembangan usaha lantas dikembangkan menjadi Score Plus supaya dapat mengakselerasi proses pendampingan," ujar dia.

Program serupa pun telah dilakukan setiap tahun terhitung semenjak 2016. Sambutan antusiasme dari pemerintah setempat dan penerima guna adalahsalah satu dalil mengapa program ini terus berlanjut masing-masing tahun. Pada 2018, Score Plus konsentrasi di tiga distrik yakni Kabupaten Rembang, Kabupaten Pasuruan, dan Jogja. Mengusung nama Wood & Water Hyacinth, program ini mendapat sokongan penuh dari pemerintah setempat, sebab selain menyerahkan pelatihan tentang pengembangan usaha, pelatihan pengembangan produk dan pengamalan 5S, peserta pun mendapatkan peluang untuk didampingi semua trainer BEDO dalam format pelatihan.

Program Coordinator Business & Export Development Organization (BEDO) Muhammad Satria Nugraha menyatakan di Jogja, program ini berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan transmigrasi Kota Jogja. Kerja sama ini dibuka dengan sosialisasi pada September 2018, dibuntuti dengan lima kali pelatihan intensif yang setiap terbagi dalam dua kelas,ruang belajar craft dan ruang belajar makanan dan minuman.

"Setiap pelatihan dibuntuti oleh konsultasi bisnis dan coaching pesertaguna mendorong mereka menjalankan rencana tindak lanjut guna perbaikan dan pengembangan usaha mereka. Pada Oktober peserta mendapatkan peluang mengunjungi sejumlah usaha di Jogja yang telah lebih dulu menjalankan program Score, sebagai benchmark untuk dapat direplikasi," kata dia.

Beberapa peserta program pun telah diboncengkan dalam pameran Trade Expo Indonesia 2018 yang diselenggarakan di Jakarta pada 24-28 Oktober 2018 dan Sampoerna Entrepreneurship Training Centre (SETC) Expo 2018 yangmemungut tempat di Denpasar pada 15-16 Desember 2018. Beberapa pesertapun mendapat peluang untuk bergabung pada Pameran UMKM guna Negeri yangdigelar di Taman Budaya Yogyakarta, Jogja pada 16-17 Maret 2019.

"Disini juga Robopark Indonesia ikut beperan dalam dunia Industri 4.0, dan juga Robopark Indonesia juga pastinya membantu memajukan bangsa dan Negara Indonesia ini".


1 comment:

Powered by Blogger.